Catatan Si Andi, Berharap dan Hanya Berharap (Oh Hujan)
REDNESIA.COM
- Tak harus soal politis
ataupun intelektual, kali ini aku akan mencoba menulis sebagai manusia biasa.
Bagaimana,
rasa sepi dan kehilangan begitu cukup berpengaruh dalam hidup. Aku tak bisa
membohongi diri sendiri, bahwa aku benar-benar merasakan apa yang dirasa oleh
pria klasik pada lirik musik country. Iyah tentang kerinduan yang mendalam.
Namun, aku
juga terkadang tak ingin mendengar kabar bahagia untuknya tapi sangat
menyakitkan untukku, seperti dia akan melangsungkan janji sucinya dan hal baik
lainnya.
Aku
berusaha menutup semua itu sebelum aku tahu sendiri dari teman brengsek yang
memberi kabar tanpa diminta.
Sudah lama
hampir bertahun-tahun tak jumpa. Aku merindukan suaranya yang halus itu.
Aku coba
tulis dalam lagu kecil yang sebagian orang itu lagu bagus, yah terkadang Yeremia
Purwadi, teman SMA ku sering membully aku ketika menciptakan lagu.
Ah namamu
terdengar seperti hujan dalam bahasa Inggris.
Aku memang
kecewa padamu karena telah luar biasa menghancurkan reputasiku, tapi tak
masalah aku sudah hancur.
Namun
sejujurnya aku tak bisa membencimu dengan tulus. Aku hanya berpura-pura. Aku
tetap sayang meski aku tak tahu apa yang hatimu rasakan untukku.
Gengsi
sejujurnya adalah egoku, untuk menghubungimu kembali.
Baca Juga : Profil Noriyuki Makihara, Penyanyi Legendaris Jepang yang Diklaim Berwajah Mirip Jokowi
Tapi,
semenjak aku memutuskan untuk pergi meninggalkan zona itu, aku terus bertumbuh,
ditempa dengan sangat keras meski sakit sekali, yah sekarang aku mendapatkan
manfaatnya.
Sejujurnya
aku memiliki harapan kecil yang mungkin tingkat keberhasilannya hanya 1 persen,
aku hanya ingin kembali bersama dan melupakan semua hal yang telah terjadi.
Jujur aku
takut dan malu untuk menghubungimu.
Sejujurnya,
dari hati yang paling dalam, aku mencintaimu hingga saat ini.
Mungkin,
tak terganti.
Apa Kabar?
Hai,
tahukah kamu, aku sempat alami fase di mana hidup itu hanya untuk makan saja.
Karena kehilanganmu amatlah menggangu.
Aku tak
memikirkan fisik yang banyak orang menyebutku manis dan cukup tampan.
Aku
kehilangan semua minat.
Hujan andai
kamu membaca ini, ketahuilah bahwa aku bersalah atas semua yang terjadi.
Aku
mencintaimu. (Andi)***
Post a Comment