Header Ads

Catatan Si Andi, Berharap dan Hanya Berharap (Oh Hujan)

Ilustrasi pria sedih. (Unsplash)

REDNESIA.COM - Tak harus soal politis ataupun intelektual, kali ini aku akan mencoba menulis sebagai manusia biasa.

Bagaimana, rasa sepi dan kehilangan begitu cukup berpengaruh dalam hidup. Aku tak bisa membohongi diri sendiri, bahwa aku benar-benar merasakan apa yang dirasa oleh pria klasik pada lirik musik country. Iyah tentang kerinduan yang mendalam.

Namun, aku juga terkadang tak ingin mendengar kabar bahagia untuknya tapi sangat menyakitkan untukku, seperti dia akan melangsungkan janji sucinya dan hal baik lainnya.

Aku berusaha menutup semua itu sebelum aku tahu sendiri dari teman brengsek yang memberi kabar tanpa diminta.

Sudah lama hampir bertahun-tahun tak jumpa. Aku merindukan suaranya yang halus itu.

Aku coba tulis dalam lagu kecil yang sebagian orang itu lagu bagus, yah terkadang Yeremia Purwadi, teman SMA ku sering membully aku ketika menciptakan lagu.

Ah namamu terdengar seperti hujan dalam bahasa Inggris.

Aku memang kecewa padamu karena telah luar biasa menghancurkan reputasiku, tapi tak masalah aku sudah hancur.

Namun sejujurnya aku tak bisa membencimu dengan tulus. Aku hanya berpura-pura. Aku tetap sayang meski aku tak tahu apa yang hatimu rasakan untukku.

Gengsi sejujurnya adalah egoku, untuk menghubungimu kembali.

Baca Juga : Profil Noriyuki Makihara, Penyanyi Legendaris Jepang yang Diklaim Berwajah Mirip Jokowi

Tapi, semenjak aku memutuskan untuk pergi meninggalkan zona itu, aku terus bertumbuh, ditempa dengan sangat keras meski sakit sekali, yah sekarang aku mendapatkan manfaatnya.

Sejujurnya aku memiliki harapan kecil yang mungkin tingkat keberhasilannya hanya 1 persen, aku hanya ingin kembali bersama dan melupakan semua hal yang telah terjadi.

Jujur aku takut dan malu untuk menghubungimu.

Sejujurnya, dari hati yang paling dalam, aku mencintaimu hingga saat ini.

Mungkin, tak terganti.


Apa Kabar? 

Hai, tahukah kamu, aku sempat alami fase di mana hidup itu hanya untuk makan saja. Karena kehilanganmu amatlah menggangu.

Aku tak memikirkan fisik yang banyak orang menyebutku manis dan cukup tampan.

Aku kehilangan semua minat.

Hujan andai kamu membaca ini, ketahuilah bahwa aku bersalah atas semua yang terjadi.

Aku mencintaimu. (Andi)***

 

Diberdayakan oleh Blogger.