Header Ads

Tasikmalaya CAANG Perkuat Literasi Keuangan untuk Mendorong Ketahanan Ekonomi Keluarga

 

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati saat memberikan sambutan, Selasa(13/7/2026). (Foto: Mas Kris)

REDNESIA.COM – Upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Kesadaran tersebut menjadi dasar lahirnya Program Tasikmalaya CAANG (CerdAs keuANGan) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan di tengah semakin berkembangnya layanan keuangan berbasis digital. 

Kehadiran berbagai produk dan layanan keuangan yang mudah diakses perlu diimbangi dengan literasi yang memadai agar masyarakat terhindar dari berbagai risiko, termasuk praktik investasi ilegal dan pinjaman online tidak berizin.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan bahwa Tasikmalaya CAANG dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga media massa.

Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan memperluas jangkauan edukasi keuangan sehingga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

“Melalui Tasikmalaya CAANG, kami ingin menumbuhkan budaya masyarakat yang semakin sadar dan cakap dalam mengelola keuangan. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong setiap peserta menjadi agen literasi yang mampu menyebarluaskan pengetahuan kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Nofa.

Salah satu strategi utama yang diterapkan dalam program ini adalah pendekatan multiplier effect, yakni menciptakan agen-agen literasi keuangan yang berperan sebagai penyambung informasi di tengah masyarakat. 

Agen tersebut berasal dari berbagai unsur, seperti penyuluh agama, Babinsa, anggota Kodim, Karang Taruna, tenaga pendidik, hingga mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Berdasarkan data hingga Semester I Tahun 2026, Program Tasikmalaya CAANG telah memberikan edukasi keuangan secara langsung kepada sekitar 58 ribu peserta di Kota Tasikmalaya.

Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring peran para agen literasi yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 98 ribu warga lainnya. Selain melalui kegiatan tatap muka, penyebaran informasi dan edukasi juga dilakukan melalui berbagai platform digital serta media luar ruang yang difasilitasi Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Melalui peningkatan literasi keuangan, masyarakat diharapkan semakin mampu memilih dan memanfaatkan produk maupun layanan keuangan yang legal, aman, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Peningkatan pemahaman tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

Nofa menegaskan bahwa sinergi antara OJK dan Pemerintah Kota Tasikmalaya akan terus diperkuat agar Tasikmalaya CAANG berkembang menjadi gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan.

“Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas secara finansial, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan Kota Tasikmalaya yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya. (Kris)***

Diberdayakan oleh Blogger.